Amerta Mardjono Kaji CEO Overconfidence dalam Kinerja Keuangan Bank Digital di Indonesia

“Transformasi digital mendorong munculnya bank digital sebagai aktor utama industri keuangan di Indonesia. Kondisi ini menghadirkan dinamika baru dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk bagaimana karakteristik CEO dapat memengaruhi risiko dan kinerja keuangan perusahaan,” demikian pokok pemikiran promovendus Amerta Mardjono dalam sidang terbuka Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Untar, Rabu (17/6/2026) di Kampus I Untar.

Dalam kesempatan tersebut, Amerta Mardjono yang saat ini menjabat sebagai Senior Country Officer, International Finance Corporation (IFC), berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Pengaruh CEO Overconfidence terhadap Kinerja Keuangan Bank Digital di Indonesia dengan Pengambilan Risiko Strategis sebagai Variabel Mediasi dan Karakteristik CEO sebagai Variabel Moderasi” dan resmi meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen sebagai lulusan ke-27 Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Tarumanagara dengan predikat “Pujian”.

Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Promotor Utama Prof. Dr. Haris Maupa, S.E., M.Si. dan Promotor Pendamping Prof. Dr. Ignatius Roni Setyawan, S.E., M.Si. Penelitian ini mengkaji pengaruh antara CEO Overconfidence, strategic risk-taking, dan financial performance pada bank digital di Indonesia dengan menggunakan perspektif Upper Echelons Theory, Agency Theory, dan Stakeholder Theory.

Dalam paparannya, promovendus menjelaskan bahwa CEO Overconfidence merupakan kecenderungan keyakinan berlebih dari pemimpin perusahaan dalam menilai kemampuan, prospek, dan keputusan strategis. Dalam industri bank digital yang bergerak cepat, karakteristik tersebut dapat mendorong keberanian mengambil keputusan, namun juga dapat meningkatkan eksposur risiko jika tidak diimbangi tata kelola dan manajemen risiko yang memadai.

Penelitian ini menggunakan data panel tujuh bank digital terbesar di Indonesia selama periode 2014–2024 dengan pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa CEO Overconfidence berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan risiko strategis serta secara langsung dapat meningkatkan kinerja keuangan.

Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa pengambilan risiko strategis berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberanian mengambil risiko tidak selalu menghasilkan peningkatan profitabilitas, terutama apabila perusahaan belum memiliki kapasitas pengelolaan risiko, tata kelola, dan disiplin prudensial yang kuat.

Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa pengambilan risiko strategis menjadi mekanisme utama yang menjelaskan bagaimana konsekuensi negatif dari CEO Overconfidence dapat diterjemahkan ke dalam kinerja keuangan perusahaan. Dengan kata lain, keyakinan berlebih CEO dapat mendorong keberanian strategis, tetapi dampaknya terhadap kinerja sangat bergantung pada kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan risiko organisasi.

Pada aspek moderasi, penelitian menemukan bahwa usia CEO tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Sementara itu, gender CEO memperkuat hubungan antara CEO Overconfidence dan pengambilan risiko strategis, serta memperkuat pengaruh negatif pengambilan risiko strategis terhadap kinerja keuangan pada perusahaan yang dipimpin CEO laki-laki.

Melalui penelitian ini, promovendus menegaskan pentingnya penguatan tata kelola, pengawasan berbasis risiko, serta evaluasi perilaku strategis manajemen puncak dalam industri perbankan digital. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi regulator, dewan komisaris, investor, dan manajemen bank digital dalam menjaga keseimbangan antara keberanian strategi, inovasi, dan stabilitas kinerja keuangan perusahaan. (JAT)

Berita Terbaru

Agenda Mendatang

5

September

Maulid Nabi Muhammad SAW

13

September

Yudisium PPs Untar

6-11

Oktober

Ujian Tengah Semester (UTS) MM Untar

13-18

Oktober

Ujian Tengah Semester (UTS) DIM Untar

20-25

Oktober

Seminar Hasil Penelitian Tahap Pertama MM Untar
UNTAR Program Pascasarjana