Roman Philander Lagaronda Raih Doktor Ilmu Manajemen Untar melalui Kajian Pilihan Karir Berwirausaha di Papua

Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Tarumanagara (Untar) menggelar sidang ujian terbuka promosi doktor di Kampus I Untar, Jumat (09/01/2026). Dalam sidang tersebut, Promovendus Roman Philander Lagaronda resmi meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen ke-22 Untar dengan predikat “Sangat Memuaskan”.

Roman Philander Lagaronda mempertahankan disertasi berjudul “Pengaruh Kepemimpinan Wirausaha, Budaya Kerja, dan Pembelajaran Kognitif terhadap Pilihan Karir Berwirausaha: Mediasi Niat Berwirausaha dan Moderasi Proses Pengambilan Keputusan”. Penelitian ini berfokus pada pilihan karir berwirausaha pelaku UMKM masyarakat pendatang dan Orang Asli Papua (OAP) di Papua.

Dalam penelitiannya, Roman Philander Lagaronda mengkaji pengaruh kepemimpinan wirausaha, budaya kerja, dan pembelajaran kognitif terhadap pilihan karir berwirausaha, dengan niat berwirausaha sebagai variabel mediasi dan proses pengambilan keputusan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini melibatkan 450 pelaku UMKM di Kota Jayapura, Sentani Kota, dan Arso Kota.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan wirausaha, budaya kerja, dan pembelajaran kognitif berpengaruh positif dan signifikan terhadap pilihan karir berwirausaha. Pembelajaran kognitif menjadi faktor dengan pengaruh terkuat, diikuti budaya kerja dan kepemimpinan wirausaha. Selain itu, niat berwirausaha terbukti memediasi hubungan antarvariabel, sementara proses pengambilan keputusan memperkuat pengaruh niat berwirausaha terhadap pilihan karir berwirausaha.

Saat ini, Roman Philander Lagaronda merupakan dosen Program Studi Manajemen Universitas Ottow Geissler Papua. Melalui penelitian ini, ia menyoroti pentingnya penguatan kapasitas kewirausahaan, budaya kerja produktif, pembelajaran kognitif, serta kualitas pengambilan keputusan dalam mendorong pilihan karir berwirausaha yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Papua.

Roman Philander Lagaronda berharap hasil penelitiannya dapat menjadi masukan bagi pemerintah, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan terkait dalam merancang program pemberdayaan kewirausahaan yang lebih tepat sasaran. Ia juga berharap kajian ini dapat mendorong pelaku UMKM, baik masyarakat pendatang maupun Orang Asli Papua, untuk semakin berani menjadikan wirausaha sebagai pilihan karir yang berdaya saing dan berkelanjutan. (JAT)

Berita Terbaru

Agenda Mendatang

5

September

Maulid Nabi Muhammad SAW

13

September

Yudisium PPs Untar

6-11

Oktober

Ujian Tengah Semester (UTS) MM Untar

13-18

Oktober

Ujian Tengah Semester (UTS) DIM Untar

20-25

Oktober

Seminar Hasil Penelitian Tahap Pertama MM Untar
UNTAR Program Pascasarjana